Bunga Deposito Makin Rendah, Ini Pemicunya

Bunga Deposito Makin Rendah, Ini Pemicunya

Bunga simpanan berjangka atau bunga deposito di sejumlah bank nasional mengalami penurunan. Bank besar bahkan memberikan bunga 4% untuk simpanan kurang dari Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar.

Menyikapi hal itu, peneliti The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkap sekarang ini keadaan perbankan nasional masih tetap kebanjiran likuiditas.

Keadaan ini berlangsung walau dana pihak ke-3 (DPK) melambat dengan tumbuh 8, 3% year on year (yoy) per Desember 2017 di banding tempat November 9, 1%.

” Dengan gemuknya likuiditas, jadi beban bunga yang perlu dibayar semakin besar. Karenanya bank relatif turunkan bunga deposito lebih cepat dari pada bunga credit, ” kata Bhima waktu dihubungi detikFinance, Senin (12/2/2018).

Dia menerangkan, berdasar pada data Bank Indonesia (BI) Per Desember 2017 suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 3, 6, serta 12 bln. semasing terdaftar sebesar 6, 11%, 6, 61%, serta 6, 80%.

Baca juga: kurs dollar hari ini.

Menurutnya, penurunan bunga simpanan projectsinya cuma turun 10-20 basis point diakhir Maret 2018. ” Sesaat bunga deposito berjangka tenor 1 serta 12 bln. terdaftar 5, 81% serta 6, 73% di des 2017. Rata rata penurunannya juga sama tertahan di 10-20 bps, ” tambah dia.

Bhima menerangkan, potensi penurunan bunga deposito ke depan semakin lebih lambat bersamaan perkembangan simpanan serta credit yang telah seimbang di angka 8%.

” Bank juga butuh melindungi likuiditas dari ancaman kenaikan Fed rate bln. Maret yang akan datang menyusul inflasi AS lebih cepat diatas harapan aktor pasar. Dengan global desakan likuiditas juga akan menguat di triwulan II 2018, Dengan global desakan likuiditas juga akan menguat di triwulan II 2018 ” Bank juga butuh melindungi likuiditas dari ancaman kenaikan Fed rate bln. Maret yang akan datang menyusul inflasi AS lebih cepat diatas harapan aktor pasar. Dengan global desakan likuiditas juga akan menguat di triwulan II 2018, Dengan global desakan likuiditas juga akan menguat di triwulan II 2018 ” tutur dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *