Merekrut Tenaga TI Bukalapak Jamin Bahwa Aplikasi Aman

Merekrut Tenaga TI Bukalapak Jamin Bahwa Aplikasi Aman

Meski e-commerce serta marketplace telah banyak berdatangan ke pasar domestik, tetapi tidak semuanya pelanggan yakin untuk dapat lakukan berbelanja on-line. Satu diantara aspek yang masi merisaukan adalah problem keamanan transaksi serta kwalitas product.

Untuk memimalisasi kemungkinan, PT Bukalapak. com lakukan rangkaian kiat untuk menguatkan service di aplikasi kepunyaannya. Bayu Syerli, Vice President Marketing Bukalapak menyebutkan sekarang ini pihaknya memakai keamanan dua lapis, pertama dikerjakan memakai system tehnologi serta ke-2 memakai tenaga pakar.

Oleh karenanya, dianya menyebutkan perusahaan lakukan investasi besar untuk merekrut tenaga pakar terutama di talent engineers untuk mensupport perubahan bisnisnya.

Merekrut Tenaga TI Bukalapak Jamin Bahwa Aplikasi Aman

“Ada system serta trust tim yang tugasnya memfilter atau memantau semua kesibukan mencurigakan di Bukalapak. Kami prinsip bila ada peristiwa merugikan customer jadi kami juga akan utamakan mereka hingga shoping experience terbangun serta tetaplah positif, ” ujarnya

Satu diantara yang sekarang ini ramai di industri e-commerce yang dilengkapi dengan adanya cek resi adalah ramainya phishing atau pencurian keyword atau password yang dikerjakan pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Oleh karenanya, terkecuali menguatkan tim internal serta aplikasi, perusahaan juga lakukan edukasi berkaitan dengan beberapa masalah penipuan cyber pada orang-orang serta pelanggan.

Menurut dia, prinsip manajemen begitu tinggi dalam menyingkirkan masalah penipuan cyber, hal semacam ini dengan selalu menyempurnakan aplikasi kepunyaannya serta lakukan edukasi. Diluar itu, perusahaan juga menggandeng pihak cybercrime dari Kepolisian untuk dapat melindungi keamanan cyber.

Yang pasti, masalah penipuan seperti itu menurut dia bersumber dari pihak luar serta bukanlah internal yang dengan system serta human telah terstruktur dengan baik.

“Kalau juga itu berlangsung (peretasan) kami tetaplah turun tangan serta menolong customer. Bahkan juga bila ada peristiwa berkaitan monetary untuk sebagian masalah yang menurut kami memerlukan ganti rugi ya juga akan kami ganti rugi, ” lanjutnya.

Bahkan juga perusahaan menyebutkan untuk meminimalkan kecurangan di antara pelapak dengan konsumen, aplikasinya telah tidak sangat mungkin sekali lagi pelapak memohon pembayaran dikerjakan ke rekening pribadinya. Semua pembayaran dari customer juga akan singgah ke rekening perusahaan sebelumnya masuk ke rekening konsumen. Hal semacam ini lebih aman daripada konsumen lakukan transfer segera pada pelapak yang punya potensi kecurangan.

“Jadi masalah penipuan sesederhana umpamanya ada pelapak yang ingin curang mintra transfer ke rekening sendiri itu punya potensi kecurangan. Bukalapak ada untuk jadi penengah serta hal tersebut telah mulai minim, kami berkembang bersamaan makin cerdasanya orang-orang dalam lakukan on-line shoping serta system kami juga dijaga, orang-orang kita cerdaskan serta tim anti kecurangan kami kuatkan, ” tutupnya.

Saat Ramadhan berbelanja online menjadi pilihan orang indonesia

Website e-Commerce ShopBack beberapa waktu terakhir mengadakan satu studi mengenai tingkah laku customer belanja on-line pada peristiwa Ramadan serta Lebaran. Satu diantara temuan yang disoroti kesempatan ini adalah beberapa besar customer membagikan sampai Rp 5 juta untuk berbelanja online

Country General Manager ShopBack Indonesia, Indra Yonathan mengatakan sejumlah 64, 6 % customer juga akan membagikan Rp 500 ribu-Rp 5 juta untuk berbelanja on-line. Bekasnya 34, 4 % di habiskan untuk berbelanja on-line dengan biaya Rp 100 ribu-Rp 499 ribu.

Spesial pemakaian Tunjangan Hari Raya (THR), sejumlah 40, 6 % responden juga akan menggunakan 51 % dari THR-nya.

” Studi kami mengenai tingkah laku serta ketertarikan berbelanja customer Indonesia waktu Ramadan serta mendekati Lebaran jadi bentuk dari prinsip kami, terlebih menolong beberapa partner kami untuk mendatangkan service serta promosi yang pas untuk customer, serta mengedukasi mereka untuk mempunyai budaya berbelanja yang baik, ” terang Indra.

Temuan menarik yang lain adalah promo berbelanja on-line mendekati Lebaran tidak cuma ditunggukan oleh customer muslim, namun juga customer non-muslim. Survey ShopBack mencatat, sejumlah 97, 7 % customer non-muslim mengakui tertarik serta juga akan berperan serta dalam promo yang diadakan e-Commerce.

Masalah saat belanja on-line, beberapa besar atau 56, 1 % responden mengakui mengerjakannya mendekati buka puasa. Cuma 37 % responden yang mengakui sukai belanja on-line di saat sahur atau sekitaran subuh.

Mengenai kelompok product yang paling disukai customer on-line adalah fashion (81, 9%), dibarengi elektronik (43, 1%), makanan (40, 7%), perlengkapan rumah tangga (33, 8%), bahan makanan (32, 4%), serta travel (31, 9%).

” Beberapa produk yang disukai rata-rata adalah product yang pendanaannya tidak di ambil dari alokasi biaya harian. Kami lihat customer betul-betul juga akan memakai promo istimewa pada Ramadan untuk memperoleh beberapa produk yang diimpikannya, ” katanya.

” Karenanya, lewat program ShopBack Gebyar Ramadan On-line, kami berharap bisa penuhi bermacam keperluan yang dibutuhkan dengan penghematan seefisien mungkin saja, ” lanjut Indra.

Ia membuka kalau pada Ramadan th. ini, ShopBack mengadakan Gebyar Ramadhan On-line dengan melibatkan lebih dari 150 toko on-line yang tawarkan cashback sampai 90 %, 1001 item flash sale, dan lebih dari 50 kode voucher potongan sampai Rp 500 ribu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *