Tips Pemancing di dermaga untuk mendapatkan hasil maksimal

Tips Pemancing di dermaga untuk mendapatkan hasil maksimal

Indonesia terkenal dengan wilayah maritimnya, yang tentu saja ada banyak dermaga atau pelabuhan. Agar Pemancing tahu, dermaga juga merupakan lokasi potensial untuk beberapa jenis ikan. Pemancing di pelabuhan Pemancing di Indonesia pun tak bisa diremehkan jumlahnya.

Mengingat tak terkecuali jumlah pemancing di nusantara, kali ini akan memberikan sedikit pengetahuan dan tip dasar bagi Pemancing yang ingin memperjuangkan dunia dermaga Pemancing.

Dok penangkap ikan adalah teknik penangkapan ikan yang dilakukan di beton jembtan yang membentang di tengah laut. Sebuah dermaga tentu didukung oleh banyak pilar beton sebagai konstruksinya. Kutub ini juga berfungsi sebagai pemecah gelombang. Banyak spesies ikan juga berada di sekitar dermaga untuk mendapatkan hijauan serta tempat berlindung dari serangan predator.

Salah satu keunggulan utama dermaga Pemancing adalah Pemancing dapat dengan mudah Pemancing dengan kedalaman air maksimal yang diinginkan dimana kondisi ini tidak dapat diperoleh saat Pemancing pantai.

Tips, Trik dan Taktik Pemancing
1. Memperhatikan Burung
Adanya burung, seperti burung camar dan dermaga lainnya di sekitar dermaga, merupakan cara sempurna untuk menentukan keberadaan ikan. Burung-burung ini sangat baik mengklaim gerakan dan jam makan ikan di dermaga. Siapa sangka jika keberadaan burung camar bisa sangat berguna?

2. Kita tidak butuh lemparan panjang (long cast)
Salah satu bagian terbaik dari dermaga Pemancing adalah kita tidak perlu melakukan pengamatan yang ribet untuk menemukan keberadaan ikan. Ikan selalu berkumpul di dermaga. Lalu lepaskan saja joran pancing di sekitar dermaga / pilar dan lakukan terus menerus sampai Anda menemukan serangan ikan.

3. Tentukan lokasi berdasarkan struktur bawah laut
Cara menempatkan rumponto buatan, seperti menenggelamkan pohon kering dan sebagainya, juga merupakan salah satu metode sukses Pemancing di bank. Cukup tenggelamkan rumput buatan yang dibuat dari beberapa daun dan pohon kering dan biarkan beberapa minggu untuk Pemancing lagi. Tapi jangan lupa gunakan toksin yang dilarang dan pasti bisa membahayakan habitat ikan.

4. Umpan buatan
Banyak orang akan memberi tahu Anda jika menggunakan umpan buatan bukanlah metode yang tepat untuk Pemancing dermaga. Ini juga tidak benar juga, karena penggunaan umpan tiruan, seperti iming-iming plastik lunak sejenis, juga bisa melunasi saat kita menggunakan kondisi air yang benar.

5. Kacamata Polarized
Pemancing yang terpolarisasi kacamata lensa memiliki keuntungan besar saat kita sedang Pemancing di dermaga. Kacamata lensa ini akan memudahkan kita melihat celah air dan juga menandai keberadaan ikan.

6. Referensi kondisi air
Kita juga bisa menemukan keberadaan ikan yang dikondisi saat air keruh bertemu dengan air bersih. Menurut Kusmanto (Mbah Kus), seorang Pemancing yang Pemancing di beberapa dermaga di Pantura Jawa, referensi ikan frenzy bisa ditandai dengan hanha berwarna air. Air bersih Anda tidak akan selalu ikan akan menangkap umpan kita. Begitu juga jika warna air kabur (coffee milk), ikan disekitar dermaga belum tentu serakah, seperti umpan kita. Menurutnya, pertemuan air antara perairan jernih dan keruh merupakan waktu terbaik untuk Pemancing di kapal. Perhatikan juga jam makan kebiasaan makan ikan. Ikan cenderung makan di pagi hari saat matahari akan terbit dan sore hari saat matahari akan menyala.

7. Peralatan dan perlengkapan untuk Pemancing di dermaga
Pemancing di dermaga memerlukan perangkat dengan spesifikasi khusus. Berikut adalah foto kecil dari dermaga alat tangkap dasar:

– Pemancing dengan panjang 6 “dan 9”.
– Reel Spinning Salt Water (pastikan reel Anda anti korosif)
– senar Monofilamen dengan garis uji 10 sampai 15 lbs.
– model Kail Circle Rig
– Model timbangan piramida / timbel atau bulat oval.
– Ikan Guncang (Landing Net)

8. Keselamatan (safety) di dermaga Pemancing
Keselamatan di dermaga Pemancing juga perlu perhatian kita. Pastikan untuk mematuhi semua peraturan tertulis yang diberlakukan oleh pihak berwenang. Jangan pernah merendam air karena akan menghambat kembalinya ke permukaan. Dan terakhir, jangan awasi lepasakan anak kecil yang juga ingin menghabiskan aktivitas Pemancing untuk pertama kalinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *