Pengen Selesai Skripsi Dalam 2 Minggu ? Ikuti Panduan Ini!

Pengen Selesai Skripsi Dalam 2 Minggu ? Ikuti Panduan Ini!

Kawan, tahukah engkau, rasanya menjadi mahasiswa tingkat akhir. Jika awal kuliah kita berfikir sangat idealis, maka saat perlahan idealisme itu akan terkikis seiring dengan beralannya waktu. Apakah kita salah dengan menipisnya idealisme itu? Tidak kawan, sama sekali tidak, karena sejatinya idealisme itu memang terikat waktu. Idealnya, saat kita kuliah, kita adalah seorang akademisi yang baik (IPK 4).

Lalu kita juga organisatoris yang handal (minimum ketua BEM, Senat atau rohis kampus. Setelah itu, kita juga seseorang peneliti yang hasil risetnya diterapkan manusia semua dunia. Serta kita juga seseorang bisnisman yang omsetnya telah menjangkau milyaran rupiah. Apakah keadaan ini baik? Mungkin saja beberapa orang menggapnya ini sangatlah baik. Namun tunggulah, lagi, apakah ini baik bila kita kerjakan sepanjang 7 th. (dengan status masih tetap jadi mahasiswa)? tidak kawan, karna apa pun argumennya anda yaitu mahasiswa yang belum juga merampungkan studi. Dari sinilah saya berdalih,

kalau idealisme itu terikat saat.

Bukanlah mengenai idealisme, namun cuma secuil problema serta kenyataan skripsi. Skripsi, kata manis serta enak di dengar. Atau skripsi hanya bedebah dikampus yang menghancurkan reputasi kita dikampus. Banyak narasi unik mengenai skripsi. Seseorang aktivis yang lihai, cerdas serta berwawasan luas tertahan menggunakan toga, cuma karna belum juga merampungkan skripsi, yaitu cerita classic. atau mahasiswa idealis tinggi, pintar, IPK cumlaude serta seringkali jadi pembicara di nyaris semuanya acara training merampungkan studi sepanjang 7 th., ikhlas membayar uang semester untuk ambil 4 SKS (skripsi), lakukan penelitian sepanjang 3 th. supaya skripsinya benar – benar diterapkan, yaitu narasi heroik yang seru, meskipun selanjutnya skripsi itu cuma jadi tumpukan di rack buku perpus universitas. Atau cerita mahasiswa malang yang merampungkan skripsi sepanjang 3 th. karna seringkali ditinggal dosen pembimbing ke luar negeri, narasi yang begitu mengharukan. Serta saya, cuma menginginkan membagi kisahku waktu merampungkan skripsi kurun waktu 2 minggu, 3 minggu di ACC semuanya dosen pembimbing serta sidang pada minggu ke-4, seru. Cuma menginginkan sedikit sharing panduan, cek it out

1. Dosen pembimbing

Kawan tahukah engkau, waktu mulai membuat draft skripsi, anda yaitu sebutir telur yang ada ditangan dosbing, dosbing yaitu penentu skripsimu. Jadi, bila menginginkan skripsimu melaju secepat kilat, jangan sampai buat problem apa pun dengan dosen pembimbing. Mujur, dosen pembimbing pertama saya, telah seperti ibu sendiri. Tak tahu apa penyebabnya, mungkin saja kita terdapat banyak persamaan ciri-khas (hehehe). Mungkin saja juga, argumen logisnya yaitu seringkali kontak karna 2 th. sebelumnya menulis skripsi saya telah lakukan riset kecil – kecilan. Ya, saya seringkali kontak dengan beliau 2 th. terlebih dulu dari mulai pengaturan proposal untuk mencari dana riset, eksekusi penelitian sampai penulisan artikel ilmiah.

2. Pekerjaan bukan hanya tugas

Dikampus pekerjaan memanglah seabrek. buat makalah ini, itu, praktikum, kumpulkan jurnal, dan lain-lain. Memanglah, sekali saat kita memanglah seperti robot yang cuma mengerakan pekerjaan. Tetapi kawan, cuma sedikit merubah paradigma itu, kalau sejatinya pekerjaan yaitu untuk kita jadi makin berkemng, ketahui beberapa hal, bukanlah makin buat kita pusing. Bila pekerjaan cuma buat pusing, jadi tinggalkanlah, kerjakan hal anda gemari serta berguna, dan tak perlu membohongi hati kecilmu bila anda sekarang ini tidak sukai PRODI atau JURUSAN mu. Mungkin saja saya telah terlanjur suka pada bagian perikanan serta kelautan hingga pekerjaan yang seabrek itu makin menantang untuk dikalahkan. Bila pekerjaan itu satu paper, dalam benak ini yaitu tengah membuat buku hebat yang juga akan di kenal selama hidup, lebay. Yauppy, lebay, kadang-kadang kita memanglah perlu lebay untuk nikmati suatu hal yang mengasyikkan. Mungkin saja hal kecil ini, yang buat skripsiku melaju mulus. Inspirasi – inspirasi seakan datang dengan sendirinya, bab – bab yang menginginkan ditulis mulai datang dengan sendirinya. Rujukan, telah jadi stok di my documen karna kerjaan setiap malam yaitu hunting jurnal.

3. Alur fikir (pada saya serta dia)

Ini yaitu sisi yang sedikit serius. Bila kita fikir, apa lain pekerjaan makalah dengan skripsi? perasaan tidak jauh2 lain. Bahasanya juga itu – itu saja. Topiknya yang keluar juga, loe sekali lagi loe sekali lagi, tidak ada bosen – bosennya ketemu loe, bila dikelautan ya tidak jauh – jauh dari mangrove, lamun, mikrobiologi budidaya, coral serta rekan – rekannya. lagi, apa lain pekerjaan makalah serta skripsi? bedanya ada pada dosen pembimbing. Serta mesti dipahami, tiap-tiap orang memiliki alur fikir yang berlainan. Tiap-tiap orang memiliki langkah merampungkan problem yang berlainan meskipun problem yang dihadapi sama. Jadi mahasiswa serta dosen, yang tengah bahu membahu merampungkan problem berbentuk skripsi harus juga memiliki persamaan alur fikir. Serta kita mesti sesuaikan dengan alur fikir beliau karna beliau superior, kita inferior.

Ini contoh realnya, pertama kalinya saya membuat draft skripsi. Saya belum juga tau bagaimana beliau menuntun anak bimbingnya merampungkan skripsi.

Baca Juga: Contoh Proposal

Jadi, langkah yang paling gampang yaitu lakukan riset sebelumnya kerjakan skripsi (hehehe). Sebelumnya kerjakan skripsi kita tentu telah memiliki proposal riset.

Seatinya proposal riset itu yaitu bab 1-3 meskipun saat itu proposal riset saya lakukan cuma satu malam karna padatnya jadwa.

Kawan2 Marine Science 09 tentu sempat ingat waktu UAS, laporan AMDAL setebal 200 halaman, periapan KKL yang super repot serta jadwal kolokium yg datang tiba2 seperti jalangkung yg datang tidak diundang. Yang bisa saya korbankan yaitu sangat terpaksa buat proposal riset yang juga akan disidangkan, cuma miliki saat satu malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *