Kontraktor Kubah Masjid di Palu Sulawesi Tengah

Kontraktor Kubah Masjid di Palu Sulawesi Tengah

Kontraktor Kubah Masjid di Palu Sulawesi Tengah

 

Kontraktor Kubah Masjid di Palu Sulawesi Tengah

Malam yang gelap mengantarkan seorang pria ke dalam mimpi panjangnya. Sebelum ia tertidur pulas, saat itu dia belum sempat cuci kaki dan tangan. Dia langsung tidur setelah dia bertemu dengan sebuah kasur di kamarnya. Dia saat itu sedang kecapekan baru pulang seharian bekerja sebagai kuli bangunan. Jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam. Tiba-tiba dalam mimpinya dia seakan-akan bekerja sebagai kontraktor kubah masjid di kota Palu. Dia sangat senang karena dalam mimpinya dia sedang dikerubungi oleh banyak konsumen yang datang memesan kubah masjid di kantornya. Konsumennya yang banyak hingga ruang tunggu kantor tidak muat. Dan mereka duduk-duduk di teras kantor demi memesan kubah masjid.

Jam dinding menunjukkan pukul dua belas lebih lima belas menit, mimpi pria ini masih dalam kerubunan konsumen kubah masjid. Para pegawainya juga sangat sibuk melayani konsumen tersebut. hampir setiap hari seperti ini banyak konsumen yang datang ke kantor kontraktor kubah masjid milik pria ini. saat asyik bermimpi tentang ini, tiba-tiba kaki sebelah kanannya terasa gatal. Dan akhirnya pria ini terbangun untuk melihat kaki sebelah kanannya. Ternyata kaki sebelah kanannya tersebut digigit serangga karena sebelumnya tidur tidak sengaja menginjak tumpahan teh manis di dapur.

Setelah tersadar pria ini langsung cuci kaki dan tangannya menggunakan sabun di kamar mandi. Dia juga tersadar bahwa tadi dia habis bermimpi menjadi seorang kontraktor kubah masjid. Saat itu dia berusaha tidur kembali dan mencari sampai mana mimpinya tersebut. Pria ini bermaksud melanjutkan mimpinya yang indah tadi. Tetapi berulang kali dia mencobanya tetap belum ketemu sampai mana mimpinya tadi. Selain itu, kaki kanan bekas dari gigitan serangga tadi masih sangat terasa gatal. Akhirnya dia terbangun kembali untuk mengobati rasa gatal tersebut. Sampai menemukan obatnya dia mengobati kakinya dan kemudian dia berusaha tertidur lagi. Namun, tetap saja dia belum bisa tidur. Hingga jam dinding menunjukkan pukul tiga tepat dia baru bisa tertidur dan bisa melanjutkan mimpi indah tadi.

Dalam mimpinya semua konsumen ini datang ke kantornya lebih banyak lagi, hingga kantor sudah waktunya pulang tetapi masih saja banyak konsumen yang antri di kantornya. Walhasil dia menolak konsumen tersebut karena jam kantornya sudah waktunya tutup. Namun, konsumen ini tetap di depan kantor untuk antri pesan kubah masjid di tempatnya. Tak selang beberapa lama kemudian dalam kerumunan konsumen ini ada yang mengaku bahwa di samping kantor pria ini ada kantor kontraktor kubah masjid juga yang bukanya dua puluh empat jam. Mendengar hal tersebut konsumen pria ini pergi meninggalkan kantornya untuk pergi kekantor kontraktor sebelahnya. Dan pesanan yang sudah masuk ke kantornya tadi dengan konsumen dibatalkan. Tiba-tiba jam alarm di samping telinga pria ini berbunyi dan langsung bangun serta sadar bahwa tadi hanya sebuah mimpi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *