Hari Ini Hary Tanoe Hadapi Kasus Pra Peradilannya

Hari Ini Hary Tanoe Hadapi Kasus Pra Peradilannya

Pra Peradilan Hary Tanoe – Sidang sebelum akan peradilan atau biasa disebut bersama pra-peradilan Hary Tanoesoedibjo terhadap penetapan pelaku oleh Bareskrim Polri bakal kembali diselenggaran di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin. Agenda sidang telah sampai terhadap penetapan tersebut.

Sesuai dipahami, CEO MNC Group tersebut melalui pengacaranya menggugat keputusannya sebagai tersangka terhadap kasus pengiriman SMS terhadap Jaksa Yulianto. Dengan praperadilan, kubu Hary menginginkan menguji sah atau tidaknya keputusan tersangka itu.

Ketua group pengacara Hary Tanoe, Munathsir Mustaman yakin bahwa hakim bakal menerima gugatan praperadilan itu. Sepertiya yang dikutip dari: https://www.arah.com/news.html

“Ya kecuali kami berdasarkan fakta-fakta atau bukti-bukti, ahli-ahli yang kami ajukan, kami terlampau optimis hadapi putusan ini” kata Munathsir, saat dihubungi tempat online Minggu.

Beliau meneruskan, kubu pengacara telah menyerahkan kurang lebih 99 dokumen fakta kepada hakim. Bukti tersebut termasuk contoh-contoh putusan pra-peradilan, undang-undang dan sebagian hal lainnya.

Tidak hanya hal itu, tersedia sebagian orang saksi pakar berasal dari berbagai bidang yang telah diusulkan di persidangan.

Proses apa yang bakal dilakukan seumpama putusan praperadilan tersebut ditolak? Munathsir menyebutkan bakal berkoordinasi bersama kliennya lebih-lebih dahulu.

“Untuk cara seterusnya tentu kami bakal berkoordinasi bersama Pak HT. Kami menyaksikan hasilnya” tutur Munathsir.

Hary adalah terdakwa di dalam kasus dugaan pengancaman Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui tempat digital.

Ia dikasuskan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui tempat elektronik. Hary telah di check sebagai terdakwa oleh peneliti Bareskrim.

Pada kasus tersebut Yulianto tiga kali menerima pesan singkat berasal dari Hary Tanoe terhadap 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Pesannya ialah “Mas Yulianto, kami buktikan siapa yang keliru dan siapa yang betul. Mari dilihat siapakah yang profesional dan siapa yang tidak profesional. Kamu perlu ingat tahta itu tak bakal langgeng. Aku masuk ke politik pada lain keliru satu penyebabnya berkenan memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang bahagia abuse of power. Catat kalimat saya di sini, saya tentu menjadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

Akan tapi Hary mengingkari mengancam Yulianto.

“SMS ini saya membuat sedemikian rupa untuk menegaskan saya ke politik untuk memicu Indonesia lebih baik, tidak tersedia tekad mengancam” tutur Hary Tanoe.

Adapun Polri sangat percaya lumayan bukti untuk menentukan tersangka Hary. Polri membantah tersedia muatan politis di dalam kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *