Konter Handphone di Kediri Disatroni Rampok

Konter Handphone di Kediri Disatroni Rampok

Sementara itu, kasat narkoba iptu david subagio mengatakan, kedua tersangka memang ditangkap saat sedang asyik menghisap barang setan tersebut, karena teresa melayang keduanya berhasil dibekuk tanpa melakukan perlawanan.

Seorang residivis asal padang sumatera, nekat menganiaya seorang wanita penjaga konter handphone di kediri jawa timur, aksi brutal penjahat kambuhan ini dilakukan untuk memperdaya korban guna merampok konter tersebut.

penjaga konter yang lagi apes tersebut adalah anik masrotin, 23 tahun, warga dusun kolak desa wonorejo kecamatan ngadiluwih kediri, anik yang saat itu menjaga konter h-p milik suwoko tengah berjaga seorang diri, sekitar pukul 10 siang dirinya didatangi seorang yang mengaku hendak menjual h-pnya, karena konter tersebut tidak melayani pembelian hp bekas, korban lantas menolak permintaan tersebut.

Tak berselang lama orang tersebut kembali ke konter h-p hendak menukarkan uang, saat anik mengambil uang radi laci, tanpa diduga lelaki yang kemudian diketahui bernama budihardi, 21 tahun, itu mengayunkan tongkat besi ke arah kepala dan tubuhnya, sadar akan dirampok anik berteriak sekuat tenaga sembari memberikan perlawanan.

Warga sekitar yang mendengar teriakan anik langsung memberikan pertolongan dan tersangka budihardi yang segera melarikan diri dapat dikejar. Kabar tertangkapnya budi masuk berita Kediri sehingga warga pun segera menghakimi budihardi. Beruntung patroli polisi yang melintas dapat segera menghentikan aksi main hakim sendiri itu, selanjutnya budihardi digelandang ke mapolsek ngadiluwih untuk disidik.

Saat diperiksa polisi, budihardi mengaku nekat melakukan aksi brutal itu karena sudah tidak punya uang untuk beli makan, dari tas tersangka polisi juga menemukan puluhan pisau dapur gunting baja, engkol dan besi cor yang dipakai memukuli tubuh korban anik masrutin, diduga budihardi merupakan penjahat yang beroperasi dengan berpindah-pindah kota.

Menurut keterangan kapolsek ngadiluwih, akp gigih eswe, tersangka diyakini merupakan residivis kambuhan yang kerap memperdaya penjaga konter terutama para wanita , tersangka yang tidak memiliki identitas apapun ini akan dijerat dengan pasal 365 k-u-h-p tentang percobaan pencurian dengan pemberatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *